CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Monday, April 23, 2012

Isi Tas Persiapan Melahirkan

untuk bayi, biasanya pihak rumah sakit menyediakan berbagai perlengkapan selama bayi berada di sana. Jadi yang perlu Anda siapkan adalah perlengkapan saat bayi pulang.
Untuk Anda yang pulang dengan mobil pribadi, pastikan mobil tersebut sudah dipasang car seat untuk bayi Anda.
Perlengkapan bayi :
  • 1-2 set baju 
  • kaos dalam
  • popok sekali pakai (diapers) untuk newborn secukupnya atau popok
  • sarung tangan+kaki atau kaos kaki secukupnya
  •  topi
  • minyak telon + bedak+cologne, biar wangiiii
  • selimut
  • kain bedong 
  • gendongan
  • sekedar persiapan aja siapa tau asi belum keluar, bawa 1 botol susu ukuran kecil.


Sunday, April 22, 2012

mengapa bayi menangis

Menangis bagi seorang bayi merupakan cara untuk berkomunikasi. Tangisan bayi akan terdengar merdu bagi orangtuanya jika mereka memahami tangisan sebagai bahasa komunikasi bayi dan didengarkan dengan lapang hati.
Bayi yang baru lahir seringkali menangis karena sesungguhnya itu merupakan rahasia kemahakuasaan Tuhan untuk membantu bayi mendapatkan pelayanan sebelum bisa melayani dirinya sendiri.
Sebagai orangtua, kita harus merasa bahagia mendengar suara bayi yang menangis dengan keras dan kuat. Itu merupakan tanda bahwa bayinya aktif dan sehat. Setelah beranjak dewasa, tangisan bisa menjadi sinyal bahwa bayi merasa kurang nyaman. Beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi menangis diantaranya
  • Memanggil ibu
    Menangis merupakan sarana untuk memanggil ibu. Pada saat usia 5 bulan, bayi mulai tahu bahwa tangisannya akan membuat ibu segera memberikan pertolongan. Pada usia 6-8 bulan, bayi akan menyadari bahwa sang ibu akan segera mendekatinya dan ia merasa senang. Lebih baik, ibu tidak buru-buru menggendong tetapi hiburlah atau ajaklah bermain
  • Merasa lapar
    Bayi akan menangis jika merasa lapar, tangisannya akan keras, berhenti untuk bernafas, lalu menangis lagi. Jika rasa laparnya semakin parah maka tangisannya tidak akan sekuat sebelumnya. Jika bayi menangis pada saat diberi ASI, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung sehingga sulit bernafas. Kita perlu memperhatikan jam pemberian makan atau susu bayi untuk menghindari lapar pada saat tertidur
  • Merasa bosan
    Bayi akan merasa bosan jika harus tidur melebihi jam tidurnya. Dia akan menangis atau rewel. Ajaklah si kecil bermain, letakkan di dalam box atau kereta dan berikan mainan kesayangannya. Kita dapat juga memutarkan lagu lembut yang bisa membuatnya senang atau berjalan-jalan seputar rumah agar bisa mengenali lingkungan sekitarnya
  • Merasa lelah
    Mulai usia 4 bulan, rasa lelah yang berlebihan ditunjukkan dengan rengekan, lekas marah dan akhirnya menangis. Menjelang akhir tahun pertama, bayi mempunyai kehidupan yang penuh dengan pengalaman baru sampai dapat membuatnya kehabisan energy. Pertolongan ibu sangat diperlukan untuk membuat bayi merasa cukup santai seperti tidur
  • Merasa tidak nyaman
    Suara tangisnya melengking dan jelas, nafasnya agak tersendat dan berubah menjadi cepat dan diikuti dengan tangisan lain. Ini dapat terjadi karena bayi merasa kedinginan, jarinya tertekuk atau popoknya basah. Gantilah popok yang basah dengan popok yang bersih dan kering. Periksa jika bayi mengalami ruam popok hingga merasa kurang nyaman. Bersihkan dengan air bersih setiap kali bayi buang air untuk menjadikan bayi merasa nyaman.
  • Merasa cemas
    Pada usia 7-8 bulan, kebanyak bayi akan menangis karena cemas. Orang tua akan memberikan rasa aman jika berada dalam jangkauan pandangannya. Jika ibu meninggalkannya atau bayi tidak melihat ibu meskipun berada di sekitar bayi maka ia pasti akan menangis
  • Merasa kurang tidur
    Bayi akan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama pada saat bulan-bulan pertama. Jika mendadak terbangun, mereka seringkali rewel dan menjadi tidak tenang. Cobalah untuk menggendong bayi, lalu ayun dengan lembut supaya bayi tidur kembali
  • Merasa marah
    Kemarahan merupakan cara untuk menunjukkan rasa frustasi jika sesuatu tidak diperoleh dengan keinginannya. Karena tidak bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, bayi akan menggenggam erat kepalan tangan dan pipinya akan memerah untuk menunjukkan pada ibunya bahwa ia tidak puas dengan situasi yang ada
  • Merasa sakit
    Jika bayi tetap rewel dan menangis, sedangkan tanda-tanda diatas telah kita amati dan tidak ada gangguan, bisa jadi bayi sakit. Jika demikian sebaiknya kita segera pergi ke dokter untuk memeriksa keadaan bayi.
  • Tumbuh gigi
    Gigi mulai tumbuh pada usia 6-7 bulan ke atas. Tangis karena gigi yang tumbuh sering terjadi pada sore hari dan terdengar kuat.

parameter perkembangan bayi usia 0 - 6 bulan

Berikut ini alat bantu untuk memantau perkembangan mulai bayi hingga umur 6 bulan menurut June R Oberlander dalam buku “Slow and Steady Get Me Ready”. Idenya sederhana dan menarik, dengan melakukan observasi dan mencatat jadwal perkembangan anak. Kita dapat melakukannya untuk memantau perkembangan bayi kita. Ada 20 perkembangan anak yang perlu diamati dalam usia ini, beberapa diantaranya adalah:
  • Memperlihatkan ketertarikannya pada wajah orang
  • Merespon bunyi
  • Merespon cahaya
  • Memutar kepala ke arah samping
  • Mengikuti arah benda bergerak
  • Tersenyum
  • Kepala dan lengan bergerak bersamaan

ada usia 0-6 bulan, gerakan bayi masih didominasi oleh reflex yang sudah dikuasainya sejak di dalam kandungan.
Gerakan yang paling umum adalah reflex Moro, yaitu gerakan tiba – tiba seolah bayi dijatuhkan, tangan dan kakinya akan terangkat ke atas. Refleks ini akan hilang pada usia 5-6 bulan. Gerakan reflex Moro yang terlalu sering bisa jadi indikasi bahwa anda memperlakukan bayi terlalu kasar.
Gerakan lain yang sangat penting bagi perkembangan bayi di usia 0-6 bulan adalah reflex menghisap (sucking), reflex menelan (swallowing) dan reflex untuk mencari sumber (rooting). Gerakan menelan dan menghisap tentu sangat berperan dalam proses menyusui. Tetapi tidak hanya itu gunanya. Refleks sucking dan swallowing juga membuat bayi merasa nyaman, karena pada saat ia ada di dalam kandungan, bayi juga menelan air ketuban.
Anda dapat melakukan stimulasi reflex menghisap pada bayi anda dengan cara mengusap lembut pipi bayi, lakukan hal ini maka bayi akan berpaling ke arah usapan anda dengan mulut siap menghisap. Setelah itu, arahkan putting payudara ke langit – langit mulutnya. Stimulasi ini juga akan melatih bayi untuk mengenali sumber makanannya yaitu payudara anda.

Saturday, April 21, 2012

Mencuci pakaian Bayi

Mencuci pakaian bayi berbeda dengan mencuci pakaian dewasa. Bayi umumnya lebih sensitif terhadap beberapa bahan kimia tertentu yang digunakan dalam proses mencuci, untuk itu diperlukan penanganan khusus dalam  mencuci pakaian  bayi, terutama bayi baru lahir. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna buat ibu dalam mencuci pakaian buah hati ibu.

Kulit bayi lebih sensitif dari orang dewasa

Mengingat kulit bayi yang masih rentan dan lebih sensitif dibanding kita, beberapa deterjen pencuci baju biasa seringkali membuat kulit nya ruam, serta menimbulkan iritasi dan gatal. Untuk itu disarankan bagi para ibu untuk menggunakan deterjen khusus bayi untuk mencuci pakaian bayi. Meski demikian deterjen tanpa kandungan parfum dan zat pewarna juga terbukti cukup aman digunakan untuk mencuci pakaian bayi anda. Lakukan 2 kali pembilasan saat mencuci agar sisa-sisa deterjen tidak tertinggal dipakaian.
Gunakan deterjen yang aman untuk bayi
Sabun dan parfum adalah penyebab timbulnya reaksi alergi yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir, yang bahkan bisa terjadi pula pada orang dewasa. Untuk itu jika terlihat reaksi alergi pada kulit bayi seperti kulit memerah, iritasi, dan timbul ruam setelah memakai pakaian yang baru saja dicuci, bisa jadi bayi ibu alergi terhadap deterjen yang ibu pakai untuk mencuci pakaian tersebut. Segera konsultasi pada dokter anak untuk diberikan penanganan dan hentikan penggunan deterjen tersebut.
Penggunaan pengering
Banyak ibu yang merasa takut pakaian bayinya menyusut jika dikeringkan didalam pengering, padahal hal tersebut jarang terjadi jika ibu menanganinya dengan benar. Gunakan temperatur paling rendah saat mengeringkan baju bayi dalam mesin pengering untuk menghindari baju menyusut, sekaligus membuat pakaian bayi terlihat lebih segar.

Hindari penggunaan softener

Softener bukan hanya salah satu menyebab terjadinya iritasi dan alergi pada bayi, tapi juga bisa menimbulkan dampak serius pada kesehatannya. Perhatikan juga penggunaan softener pada pakaian anda dengan memastikan bahwa anda telah membilasnya dengan bersih, karena bukan tak mungkin residu softener yang tertinggal bisa berpindah ke pakaian bayi anda. Jika memang harus menggunakan softener, pastikan kandungannya aman untuk bayi anda.

Cuci pakaian sebelum dipakai

Pastikan anda mencuci terlebih dahulu pakaian, popok, selimut, hingga sprei bayi anda sebelum ia memakainya untuk pertamakali. Bahan kimia yang tertinggal pada proses produksi pakaian tersebut bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi anda. Begitu juga zat pewarna yang digunakan bisa mengalami pelunturan saat terkena keringat bayi.
Pisahkan pakaian menurut warnanya
Saat pencucian, selalu pisahkan antara pakaian putih dengan pakaian berwarna agar menghindari resiko terjadinya kelunturan pada pakaian putih.
Hindari pemutih
Hindari penggunaan pemutih atau deterjen yang mengandung pemutih untuk mencuci baju bayi. Bahan kimia dalam pemutih pakaian bisa menyebabkan iritasi kulit pada bayi yang lebih parah bisa membuat kulit mereka menderita eksim.

(Dari berbagai sumber)

Memandikan Bayi Untuk Pertama kali nya

Memandikan Bayi untuk Pertama Kali

Walaupun Ibu dibekali cara memandikan bayi ketika masih di rumah sakit, Ibu mungkin masih merasa was-was saat harus melakukannya sendiri di rumah.

Banyak ibu lebih memilih memandikan bayi mereka dengan washlap pada minggu-minggu pertama. Setelah merasa lebih yakin, barulah mereka benar-benar memandikannya dengan bak mandi.

Tidak masalah bila Ibu hanya menggunakan washlap. Lakukan cara ini di ruangan yang hangat dan alasi bayi dengan handuk untuk mengeringkannya.

Yang diperlukan untuk memandikan bayi

Memandikan bayi akan lebih mudah jika Ibu benar-benar siap. Jadi sebelum memulai, siapkan perlengkapan berikut:

  • Bak mandi bayi (bila ada dilengkapi penyangga tubuh atau karet mandi agar bayi tidak mudah tergelincir). Letakkan ditempat yang nyaman sesuai suhu ruang dan tinggi yang tidak membuat Ibu sakit pinggang.
  • Termometer air
  • washlap lembut atau spon mandi bayi
  • washlap lembut atau spon mandi bayi
  • Handuk bayi
  • Perlengkapan untuk membersihkan tali pusar (perban, kapas, betadine, plester, cotton buds)
  • Perlengkapan untuk dipakai seusainya (baju bayi, popok, bedak, minyak talon, dll)

Memandikan bayi – tahap demi tahap

  • Siapkan bak berisi air mandi dengan jumlah dan suhu yang cukup untuk bayi (sekitar 30-32 derajat celsius)
  • Atur juga suhu ruang tempat mandi agar bayi tidak kedinginan.
  • Letakkan bayi dalam bak mandi atau di atas penyangga. Basahi tubuhnya perlahan dan bersihkan mata, telinga, wajah, dan lipatan tubuhnya dengan lap lembut.
  • Gunakan sabun khusus bayi untuk badannya, bilas perlahan dengan air.
  • Jika rambut bayi perlu dicuci,lakukan di atas baby taffel sebelum bayi dimasukkan ke bak mandi. Topang kepala dan bahunya dengan lengan bawah Ibu. Bersihkan busa dikepala dengan kain basah, baru dibilas hingga bersih.
  • Selama mandi, ajaklah bayi Ibu bercakap-cakap atau nyanyikan lagu yang menenangkannya.
  • Setelah selesai, angkat bayi dengan handuk hangat lalu keirngkan tubuhnya.

Jika Ibu masih ragu, bidan atau dokter akan menunjukkan cara memandikan bayi yang paling cocok untuk Ibu. Begitu Ibu menguasainya, Ibu akan merasa percaya diri melakukannya.