CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, July 11, 2013

13 bulan

Hari ini kakang 13 bulan...
Dua hari yang lalu kakang sakit demam.... rewellll banget, pengennya di gendong mommy ga mau kesiapa-siapa, males makan mau ya mimiiii terus. walaupun demamnya seputar 37 C tapi kakang masih ceria dan senyum manis walaupun ga selincah kalo lagi sehat.
Tapi setelah demam nya sembuh...eeehhh kakang jalannya cepet dan panjangg...dari ruang depan jalan sampe dapur abis itu puter balik tanpa jatuh...eeeeehhh ternyata demam tuh mau pinter ya nak.

Aku bikin kotak-kotak kecil dari dus rencananya sih biar dia bisa menyusun kotak kotak, tapi dia malah happy bisa menjatuhkan kotak setelah dia berdiri abis itu ketawa cekikikan lucuuu banget. aku dan papahnya juga ikut ketawa cekikikan ngeliatin gaya nya kakang.

Jalan-jalan Gratis di alun alun Batu Malang

Penyakit weekend kita neh ngacir kemana aha  yang penting ga di rumah. Apalagi sejak ada kakang seneng banget kalo ngajak jalan-jalan, lagian ya si kakang karna udah aku biasakan jalan2 dari baby bawaannya happyyyyy banget. Sore itu kakang berumur 11 bulan, dia udah bisa jalan kecil tapi lebih sering jatuhnya. Jadi pas banget kalo kita ngajak jalan-jalan gratisan ke alun alun batu, sambil melatih jalan.

Sebelum main ke alun-alun kami sempatkan dulu ke mesjid alun alun batu. wuihhh mesjidnya penuhhhh banget, sampe kudu ngantri di toilet. Barulah setellah selesei shalat ashar kita nyebrang ke alun-alun. Suasana sore di alun alun batu rameiiiii banget, apa mungkin karna weekend juga kali ya. Sayangnya sekarang beberapa ornamen lampu seperti kelinci, flower, dll mati mungkin karna angin dan hujan...jadi ga secantik saat pertama kali aku lihat. Tapi tetep aja alun-alun batu menarik buat nongkrong-nongkrong dan jalan-jalan. Untuk anak-anak juga seneng soalnya disana ada play groun gratisan, sayangnya kakang masih belum bisa main, masih baby soalnya. Nanti ya nak kalo udah jalannya kencang dan lari-lari kita balik lagi kesini.
Diantara banyaknya view...yang paling kakang paling  suka  main air pancuran.  sampe tangannya ikut basah. Di tempat ini  banyak banget anak2 yang sengaja berbasah basahan, jadi seneng banget si kakang Kayanya kalo udah gede dikitan dah pasti deh ikut-ikutan :).

Bercak Merah Saat Anak Demam Tak Harus Campak

Dua hari yang lalu si kakang sakit demam seharian panasnya sekitar 37-38 C. Alhamdulillah pagi-pagi demamnya sudah mulei reda, walaupun rewelnya masih ada. Tapi hari ini saat aku mandikan ternyata banyak bintik-bintik merah di seluruh badan dan pipinya nya..ga banyak sih...tapi tetep aja panik..apa ini campak kah???? mana kakang belum aku imunisasi campak karna beberapa bulan adaaaa aja halangannya kalo ga ortunya yg sibuk, kakangnya yang sakit
Balik lagi ke soal bintik bintik tadinya aku mau pergi ke dokter takutnya kenapa-knapa , walaupun liat kondisi kakang baik2 aja ko..ga kliatan kalo gatel-gatel atau demam. Tapi sebelum ke dokter penasaran searching dulu eeh ketemu deh artikel ini yg bikin aku tenang. Ok deh ibu-ibu yang punya baby dan punya masalah yg sama dengan ku, ada baiknya baca artikel ini lengkappp banget.
Saat anak demam dan timbul bercak merah di seluruh badan, seringkali dianggap penyakit campak (gabag, karumut). Padahal, campak tidak harus selalu ditandai dengan demam yang disertai bercak merah. Berbagai penyakit lain juga dapat timbul dengan gangguan seperti itu.
Kesalahan diagnosis tersebut bukan hanya terjadi pada orang awam, dokterpun sering terkecoh oleh tampilan berbagai penyakit lain yang dianggap sebagai campak. Sehingga, seringkali anak didiagnosis campak lebih dari sekali, karena seharusnya bila terkena penyakit campak seumur hidup tidak pernah terkena lagi karena mempunyai kekebalan alamiah permanen.
Bila diagnosis campak tidak benar, anak tidak diimunisasi campak karena sudah mengalami campak, padahal diagnosisnya tidak benar. Keadaan ini berisiko anak dapat terkena penyakit campak yang sebenarnya. Ciri khas penyakit campak adalah bercak merah timbul masih disertai pilek, masih demam tinggi, bercak merah semakin banyak sampai 5-7 hari, dan seminggu berikutnya timbul bekas kehitaman.
Penyakit Yang Menyerupai
1. Exantema Subitum. Kelainan yang disebabkan karena infeksi virus inilah yang paling sering terjadi yang sering dianggap campak. Pada kelainan ini biasanya demam 1-3 hari setelah demam hilang baru timbul bercak kemerahan diseluruh tubuh yang mirip campak. Setelah timbul dalam 2-3 hari akan hilang tidak membekas. Bedanya pada campak bercak merah timbul demam masih terjadi, seminggu setelah itu timbul bekas kehitaman pada bercak merah yang ada. Kelainan ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.
2. DBD. Pada awal perjalanan penyakit DBD pada hari ke 1-4 kadang juga disertai bercak kemerahan yang mirip campak. Bercak merah ini biasanya akan hilang setelah hari ke 5-7. Manifestasi ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.
3. Rubela. Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Penyakit ini sering ringan dan serangan sering berlalu tanpa diketahui. Penyakit ini bisa berlangsung satu sampai tiga hari. Anak-anak sembuh lebih cepat daripada orang dewasa. Infeksi dari ibu oleh virus Rubella saat hamil bisa serius, jika ibu terinfeksi dalam 20 minggu pertama kehamilan, anak bisa lahir dengan sindrom rubella bawaan (CRS), yang memerlukan berbagai penyakit tak tersembuhkan yang serius. Aborsi spontan terjadi pada hingga 20% kasus. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan berisiko cacat.
4. Infeksi mononukleoss. Mononukleosis Infeksiosa adalah penyakit yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr, salah satu dari virus herpes. Setelah menyususp ke dalam sel-sel di Hidung dan tenggorokan, virus ini akan menyebar ke limfosit B (sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap pembentukan antibodi). Infeksi virus Epstein-Barr sering terjadi dan bisa menyerang anak-anak, remaja dan dewasa. 
5. Erupsi obat Erupsi obat alergi atau allergic drug eruption adalah reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat dengan cara sistemik. Pada pemeriksaan fisik, hampir di seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret. Pengobatannya dengan terapi sistemik berupa kortikosteroid dan antihistamin dan topikal.
6. Penyakit Kawasaki. Penyakit ini juga dikenal sebagai sindrom kelenjar getah bening, penyakit simpul mukokutan, poliarteritis kekanak-kanakan. Sindrom Kawasaki adalah penyakit, sebagian besar bayi, yang mempengaruhi banyak organ, termasuk kulit, selaput lendir, kelenjar getah bening, dan dinding pembuluh darah, tetapi efek yang paling serius adalah pada jantung mana ia dapat menyebabkan dilasi aneurismal parah.
Penyakit Campak
Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.
Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. Penyebab Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam.
Campak disebabkan oleh paramiksovirus (virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Virus campak ditularkan lewat infeksi droplet lewat udara, menempel dan berbiak pada epitel nasofaring.
Mereka yang rentan terhadap campak adalah:
- bayi berumur lebih dari 1 tahun
- bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
- remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala
- Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari, terdiri dari tiga stadium :

Stadium prodromal, berlangsung 2-4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti dengan batuk, pilek, farings merah, nyeri menelan, stomatitis, dan konjungtivitis. Tanda patognomonik timbulnya enantema mukosa pipi di depan molar tiga disebut bercak Koplik.
Stadium erupsi, ditandai dengan timbulnya ruam makulo-papular yang bertahan selama 5-6 hari. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut di belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, dan akhirnya ke ekstrimitas.
Stadium penyembuhan (konvalesens), setelah 3 hari ruam berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu.
- Sangat penting untuk menentukan status gizi penderita, untuk mewaspadai timbulnya komplikasi. Gizi buruk merupakan risiko komplikasi berat.
- Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: - Panas badan - nyeri tenggorokan - hidung meler (coryza) - batuk (cough) - Bercak Koplik - nyeri otot - mata merah (conjuctivitis). Adanya demam tinggi terus menerus 38,50 C atau lebih disertai batuk, pilek, nyeri menelan, mata merah dan silau bila kena cahaya (fotofobia), seringkali diikuti diare. Pada hari ke 4-5 demam, timbul ruam kulit, didahului oleh suhu yang meningkat lebih tinggi dari semula. Pada saat ini anak dapat mengalami kejang demam. Saat ruam timbul, batuk dan diare bertambah parah sehingga anak mengalami sesak nafas atau dehidrasi.
-2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
- Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius.  Sekitar 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
- Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.
Komplikasi
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah (otitis media)
2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.
4. Campak menjadi berat pada pasien dengan gizi buruk dan anak yang lebih kecil
5. Diare dapat diikuti dehidrasi
6. Laringotrakeobronkitis (croup)
7. Bronkopneumonia
8. Reaktifasi tuberkulosis
9. Malnutrisi pasca serangan campak
10. Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), suatu proses degeneratif susunan syaraf pusat dengan gejala karakteristik terjadi deteriorisasi tingkah laku dan intelektual, diikuti kejang. Disebabkan oleh infeksi virus yang menetap, timbul beberapa tahun setelah infeksi merupakan salah satu komplikasi campak onset lambat.
Pencegahan
- Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.
- Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.
- Imunisasi campak termasuk dalam program imunisasi nasional sejak tahun 1982, angka cakupan imunisasi menurun < 80% dalam 3 tahun terakhir sehingga masih dijumpai daerah kantong risiko tinggi transmisi virus campak.
- Strategi reduksi campak terdiri dari : Pengobatan pasien campak dengan memberikan vitamin A . Imunisasi campak PPI : diberikan pada umur 9 bulan. campak dapat diberikan bersama vaksin MMR pada umur 12-15 bulan. Mass campaign, bersamaan dengan Pekan Imunisasi nasional
Catch-up immunization, diberikan pada anak sekolah dasar kelas 1-6, disertai dengan keep up danstrengthening.
Sorce : (Dr Widodo Judarwanto SpA adalah dokter spesialis anak dari RS Bunda Jakarta, Klinik Kesulitan Makan, Jl. Rawasari Selatan 50, Cempaka Putih, Jakarta Pusat) diambil dari kompasiana.

Monday, June 17, 2013

Umurku 1 tahun yeaaaaa :)

Ga kerasa si baby udah setahun..hmm bagusnya pas ultah kakang gimana ya???mommynya mikir neh....
Sambil jalan-jalan sore hari, iseng-iseng ngobrol sama bunda Salsa ngebahas ultah para baby...eehh ketemulah ide buat bikin garden party di deket rumah biar suasananya lebih nyaman...itung itung biaya dan penghematan tenaga akhirnya kita memilih paket party dari Hokben.
Tibalah waktu party tanggal 16 Juni karna bertepatan dengan hari Minggu. Padahal ya tanggal segitu ultah mommynya :). Kita bagi-bagi tugas....aku kebagian bikin cake, buda salsa nyiapin konsumsi buat para mama yg anter anak-anaknya, para ayah menyiapkan garden party. Weitss surprise banget ternyata para ayah banyak ide. disiapkan pula tenda-tenda dan rumah kardus


Wednesday, April 24, 2013

9 bulan pake pesawat :)

Senangnya pas denger kalo suamiku ada kerjaan di Bandung artinya kita bisa sekalian pulang kampung. Kesempatan pertama juga buat si baby untuk ngerasain pake  pesawat.
Sebelum hari keberangkatan ke Bandung si baby rada2 demam, dia selalu gitu kalo kita punya rencana pergi-pergian pastiiii aja sakit dulu, Ahh tapi untungnya pas hari H nya dia sehat-sehat malah keliatan happy.
Karna pake pesawat kecil jd pastinya suaranya pesawatnya keras banget, aku udah siapkan penutup telinga nya. Pagi hari kita sudah pergi pake travel menuju bandara surabaya. Waah ternyata waktu dan pesawat ke bandung ada perubahan...lumayan nunggu lama di bandara. Akhirnya mapir ke cafe walopun buat aku makan di cafe bandara biasa aja yang ada harganya yang selangit. ga papalah ini sekalian perkenalan buat kakang mencicipi suasana bandara di usia 9 bulan.
 Saat mau naik pesawat kakang kayanya kagettt banget denger suara pesawat. Sampe aku tutup telinganya. Suasana di luar juga panassss banget. Kakang kayanya ga betah dengan suasana ini. Tapi teutep narsis no satu demi menyimpan moment buat kakang. Aku siapkan makanan cemilan, atau mainan gigitan dan penutup telinga saat pesawat landing.
Masuk ke dalam pesawat juga dia ga gitu nyaman..biasanya kalo di mobil dia menguasai tempat nah ini sekarang ada di gendongan aku atau aa, apalagi pas pramugari membantu aku memasang seatbelt urghhh kakang keselll banget kaya pengen bebas. Untungnya setelah landing bisa juga dia tertidur walopun baru nyenyak kebangun karna pesawat sudah sampe tujuan.

Alhamdulillah ya nak kamu beruntung...9 bulan dah naik pesawat...:)

Tuesday, February 12, 2013

perkembangan my baby 8 bulan

Hari ini tepat usia kakang 8 bulan....hmmm ga kerasa ya...anakku sekarang udah banyak pinternya...
  • tumbuh 2 buah gigi bawah
  • mulei makan nasi tim....ayam+sayur=OK, daging+sayur=OK, buah2an apalagi sukaa banget...ikan lumayan lah....sekarang lagi di cobain makan telur rebus..pokoknya mommy jadi sering bolak balik dapur buat bikin makanan kakang.
  • sering geleng2 kepala..lucu deh....kalo disuapin trus makanannya ga suka...langsung protes dengan geleng-geleng.
  • berdiri nya udah mulei tegak dan dah bisa duduk lagi....tapi kadang kalo lagi manja cari perhatian minta saat berdiri dan minta ditemenin duduk kembali.
  • mulei tertarik nonton tv anak2 kaya muppet, shaun de sheep, apalagi iklan.
  • mulei tertarik buku2 yang berwarna, aku belilin buku yang banyak binatangnya dia sukaa banget
  • mulei tertarik dengan benda2 yg bercahaya,,kaya leptop, hp....waah udah aja dari jarak jauh udah di kejar

Friday, November 23, 2012

Air Putih Untuk Bayi

Banyak orangtua bahkan sebagian dokter masih meyakini bawah banyak minum air putih pada bayi sama seperti orang dewasa akan sehat dan baik. Sebagian dari mereka masih meyakini mitos tidak benar bahwa kalau bayi tidak minum air putih akan membuat ginjalnya rusak, bibir kering, lidah putih atau sulit Buang Air Besar (BAB). Ternyata pemberian air putih bisa berdampak tidak baik pada bayi mulai hal yang ringan sampai yang berat. Pada kasus yang ringan pemberian air putih seringkali membuat bayi minum susu ASI atau formula menjadi berkurang dan berdampak gangguankenaikkan berat badan. Karena, air putih rasanya lebih segar dan enak bagi bayi. Sehingga bayi memilih air putih dan bila banyak akan mengurangi jumlah susu. Ternyata kebanyakan air pada bayi juga dapat mengakibatkan intoksikasi air atau keracunan air yang dapat berakibat kejang atau koma. Tidak pernah disadari sebenarnya kandungan air dalam ASI dan susu formula sudah lebih dari cukup atau bila takaran pembuatan susu formula sesuai anjuran.
Setelah bayi adalah masa lalu usia 6 bulan, dia harus minum 2 sampai 4 oz. air dua kali sehari sampai ia mencapai usia 1 tahun. Pada usia 12 bulan, anak harus minum minimal 4 oz. per hari, berdasarkan kehausan anak. Setelah sistem kekebalan tubuh telah matang sedikit, dan makanan padat sudah mulai, ASI atau susu formula masih harus menjadi minuman utama.
Secara umum, itu bukan ide yang baik untuk memberikan air bayi anda sampai berusia 6 bulan. Sampai usia 6 bulan bayi masih akan mendapatkan semua hidrasi yang ia butuhkan dari ASI atau susu formula, meski dalam cuaca panas sekalipun. Memberikan bayi yang lebih muda dari 6 bulan terlalu banyak air dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dalam ASI atau susu formula. Pemberian air putih setelah usia 6 bulanpun ternyata dapat berpengaruh berkurangnya jumlah minum ASI dan susu formula. Hal ini juga dapat menyebabkan perutnya merasa penuh, yang mengekang keinginannya untuk makan atau minum susu formula atau ASI.
Selain itu pemberian air putih harus diwaspadai tentang kebersihan dan higienitasnya. Paparan bakteri dan bahan mineral seperti fluroide harus selalu diwaspadai pada penmberian air putih pada bayi.
Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American Academy of Pediatrics (AAP), ASI dan susu formula bayi biasanya tidak perlu air tambahan. Telah diperkirakan bahwa bayi membutuhkan 1,5 mL air / kkal energi yang dikeluarkan untuk konsumsi yang cukup; ini rasio air-to-energi sesuai dengan yang ditemukan dalam ASI dan susu formula umum. AAP menyarankan air yang dapat ditawarkan untuk botol-makan bayi yang lebih tua dari 6 bulan, tetapi mereka mungkin lebih memilih untuk mendapatkan cairan ekstra dari menyusui lebih sering. Bayi yang disusui biasanya tidak perlu air tambahan jika mereka makan sesuai permintaan. Dalam cuaca sangat panas, bayi mungkin perlu air tambahan. Memperkenalkan bayi yang lebih tua untuk sedikit air dapat membantu mereka belajar untuk minum air untuk memuaskan kehausan. Perhatian harus digunakan sehingga air tidak menggantikan energi yang dibutuhkan dan nutrisi dalam makanan.

Beberapa pendapat tetap mengatakan bahwa susu formula bayi perlu minum air ketika lebih tua dan saat suhu tinggi. Sebenarnya kandungan air dalam susu formula dan ASI mengandung cukup air untuk , bahkan di tempat yang panas, iklim kering. Formula mengandung konsentrasi tinggi dari garam dan mineral dari payudara susu tidak, sehingga air ekstra seringkali diperlukan untuk ginjal mengekskresikan garam secara berlebihan. Juga, karena metabolisme kurang efisien, susu formula bayi kehilangan air lebih banyak. Komposisi air dan dalam ASI sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Saat m,encampur susu formula kandungan air akan mencukupi kebutuhan bayi bila digunakan sesuai takaran yang dianjurkan. Demikian juga dalam ASI sudah terdapat sekitar 88% air. Sehingga kalapun orangtua tetap memberi air putih sebiknya hanya seteguk atau dalam beberapa sendok saja. Rekomendasi ini tidak dimaksudkan untuk dijadikan sebagai petunjuk mutlak bahwa Anda harus menawarkan air bayi anda. Jika Anda memutuskan untuk memberikan air bayi anda, silahkan membatasi berapa banyak yang Anda tawarkan. Pemberian air berlebihan nantinya secara tidak disadari akan menggantikan asupan ASI atau susu formula. Bayi yang minum terlalu banyak air dapat turun dengan intoksikasi air. Untuk anak-anak bawah usia 1 tahun - dan terutama selama sembilan bulan pertama kehidupan - minum terlalu banyak air bisa menjadi praktek berbahaya. ASI atau susu formula menyediakan semua cairan bayi sehat butuhkan. Jika ibu merasa bayinya perlu mengambil air tambahan, harus dibatasi dengan dua sampai tiga ons pada satu waktu dan harus ditawarkan hanya setelah bayi telah puas kelaparan dengan pemberian ASI atau susu formula. Bagi orang tua yang melahirkan bayi mereka di bawah usia 12 bulan mengambil pelajaran berenang, harap berhati-hati dari jumlah air yang bayi mungkin secara tidak sengaja menelan. Keracunan air juga dapat terjadi karena bayi menelan terlalu banyak air saat berenang
Kebutuhan Air Pada Anak
0 – 6 bulan0,7 liter perhari. Dari ASI dan susu formula
6 bulan – 12 bulan0,8 liter perhari. Dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan
1 tahun -1,3 liter perhari Dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan
4 yahun – 8 tahun1,7 liter perhari Dari ASI dan susu formula dan makanan tambahan

  • Minum ASI dan Susu Formula berkurang . Pemberian air putih dengan botol atau gelas membuat bayi mengurangi jumlah minum ASI dan susu formula. Hal ini terjadi karena bila sudah dikenalkan air putih bayi pasti akan lebih memilih air putih karena rasanya lebih segar dan lebih enak. Secara tidak disadari berat badan bayi sering terganggu setelah usia 6 bulan. Memang, banyak faktor yang menjadi penyebab. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya jumlah ASI atau susu formula yang diminum. Pada pemberian ASI sering ibu tidak menyadari karena tidak bisa diukur jumlah ASU yang diminum. Biasanya bila cermat bisa dinilai bahwa bayi minum hanya sebentar-sebentar . Pada pemberian susu formula akan lebih mudah kelihatan biasanya anak bila minum air putih sangat cepat dan banyak. Juga ditandai hanya mau minum susu saat tidur. Hal ini terjadi karena saat bangun lebih tertarik minum air putih karena lebih segar dan lebih enak. Tetapi saat tidur bayi sudah tidak memperdulikan rasa. Sebenarnya air putih tidak diperlukan karena dalam ASI dan susu formula sudah cukup kadar airnya. Kalupun hendak diberikan hanya dalam jumlah sedikit dalam 2-5 sendok kecil jangan diberikan melalui gelas atau botol. Karena begitu diberikan dalam botol dan gelas bayi akanminum air putih lebih banyak. Orangtua sering meyangkal bahwa pemberian awalya hanya sedikit tetapi tidak disadari setelah tahu rasa air putih akan semakin banyak mengkonsumsinya sehingga konsumsi ASI dan formula akan semakin ebrkurang. Tidak disadari bila dihitung bayi diberi air putih dalam botol kecil 50-100 cc bila diberi 3 kali sudah mendapat 300 cc air putih. Bila itu diberikan maka akan mengurangi sejumlah 300 cc ASI atau susu formula karena bayi sudah kenyang. Kehilangan 300 cc tersebut sudah terjadi minimal kehilangan hampir 30% kebutuhan ASI dan minum susunya. Hal ini harus lebih diperhatikan terhadap bayi dengan gangguan kenaikkan berat badan atau bayi dengan bart badan kurus.

  • Intoksikasi Air Di luar kekhawatiran tentang penyerapan nutrisi, dokter anak tidak menyarankan air untuk bayi sebelum usia 6 bulan karena risiko untuk keracunan air. Terlalu banyak air mencairkan tingkat normal bayi natrium dan dapat menyebabkan kejang, koma, kerusakan otak dan kematian. Terlalu banyak air dapat menyebabkan intoksikasi air atau keracunan air pada bayi. Setiap kali bayi buang air kecil, ia kehilangan tidak hanya air tetapi natrium dan elektrolit lain. Namun berbeda dengan orang dewasa, yang cenderung untuk mendapatkan terlalu banyak sodium dalam makanan kita, bayi biasanya mendapatkan hanya elektrolit yang mereka butuhkan dari ASI atau susu formula. Terlalu banyak air dan mereka kehilangan natrium terlalu banyak. Kadar natrium dalam darah mereka dapat menurun dan menyebabkan iritasi, pembengkakan otak, unresponsiveness dan kejang. Dalam kasus yang jarang, intoksikasi air dapat terjadi ketika seorang anak minum terlalu banyak air dan konsentrasi natrium nya menjadi seimbang. Ketidakseimbangan ini mengganggu elektrolit bayi, menyebabkan jaringan tubuh membengkak dan mungkin menyebabkan kejang atau koma. Keracunan air juga dapat terjadi ketika orangtua menambahkan terlalu banyak air untuk susu formula anaknya Dalam kasus yang jarang, bayi yang minum terlalu banyak air dapat mengembangkan kondisi yang dikenal sebagai intoksikasi air, yang dapat menyebabkan kejang dan bahkan koma. Keracunan air terjadi ketika air terlalu banyak mencairkan konsentrasi sodium dalam tubuh, mengganggu keseimbangan elektrolit dan menyebabkan jaringan otak edema atau membengkak.
  • Parasit Dalam Air Parasit Tiny Cryptosporidium adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi air minum di Amerika Serikat. Cryptosporidium tidak dibunuh oleh klorin tetapi dibunuh oleh mendidih. Saran untuk mendidihkan air harus selalu direkomendasikan. Wabah yang dikenal terbesar terjadi pada air minum kota Milwaukee pada tahun 1993, ketika lebih dari 400.000 orang jatuh sakit dengan diare, dan butuh dua minggu untuk mengetahui bahwa air minum adalah sumber. Kebanyakan, tetapi tidak semua, rumah filter air akan menghapus parasit Cryptosporidium dan lainnya. Cari filter yang memiliki ukuran pori absolut (bukan ukuran pori nominal) dari 1 mikron atau kurang, atau yang filter reverse osmosis, atau yang memiliki merek dagang NSF ditambah kata-kata “penghapusan kista.” Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC Amerika ( Centers for Disease Control and Prevention) melakukan survei dua tahun 1993-1994 untuk mengukur ruang lingkup semua penyakit dari air minum. Mereka menemukan total 30 wabah di 17 negara bagian yang sakit 2.366 orang dari keseluruhan populasi. Satu anak meninggal karena ditularkan melalui air meningo-ensefalitis dari parasit yang berbeda - amub), tetapi ia telah berenang di kolam air limbah induk dan di sungai yang baik terkontaminasi dengan organisme. Dari 30 wabah minum air, 20 terjadi dari air sumur, satu berasal dari air kemasan komersial. Sebuah rata-rata 33 orang terkena dampak di setiap wabah. Giardia (parasit lain) adalah organisme yang paling umum kedua, diikuti oleh Campylobacter. Dan Shigella, Salmonella dan kolera bertanggung jawab untuk satu wabah masing-masing. Selama lima wabah lainnya, penyebabnya tidak pernah ditentukan.

  • Sumber Air Untuk memastikan bahwa air yang diberikan pada bayi aman, USDA merekomendasikan bahwa orang tua menggunakan sumber air disetujui oleh departemen kesehatan setempat mereka dan mengikuti rutinitas sterilisasi. Untuk menghindari papara timbal, orang tua harus menggunakan air dingin yang telah berjalan di keran selama 2 menit. Air harus direbus selama 1 sampai 2 menit dan kemudian didinginkan. Sebelum mengkonsumsi air yang telah direbus untuk bayi, orang tua harus selalu menguji suhu untuk memastikan bahwa itu adalah cukup dingin dan tidak akan membakar mulut bayi atau tenggorokan. Air harus disterilkan baik bila diberikan kepada bayi dengan sendirinya atau bila digunakan dalam susu formula.

  • Air yang bebas fluoride American Academy of Pediatrics (AAP) dan American Dental Association, merekomendasikan bahwa bayi berusia kurang dari satu tahun tidak memerlukan fluoride. Formula bayi dapat dicampur dengan air yang bebas fluoride atau mengandung tingkat rendah fluoride. Jika Anda secara teratur mencampur susu formula bayi anda dengan air keran yang mengandung fluoride, anak Anda bisa mendapatkan fluorosis gigi. Fluorosis gigi adalah kondisi yang disebabkan oleh mendapatkan fluoride terlalu banyak ketika gigi pertama berkembang. Sementara fluoride mencegah kerusakan gigi, namun sebaliknya fluoride terlalu banyak dapat menyebabkan noda pada gigi anak. Orang tua dari bayi harus sangat hati-hati, seperti air mendidih yang telah ditambahkan fluorida konsentrat fluoride tersebut. Tanda-tanda fluorosis termasuk pewarnaan dari email gigi atau lapisan putih pada gigi. Ini mungkin muncul lebih dulu pada gigi bayi, dan kemudian pada gigi permanen anak. Karena kadar fluoride ditambahkan ke air bervariasi antara kota, berbicara dengan dokter gigi Anda atau perusahaan air minum lokal jika Anda memiliki pertanyaan tentang jumlah fluoride dalam air. Jika Anda hanya menggunakan air keran fluoride sesekali untuk mencampur susu formula, Anda tidak perlu khawatir. Anak Anda tidak harus berada pada risiko fluorosis. Air kemasan biasanya rendah di fluorida, tetapi sebaiknya periksa label dalam kemasan air mineral.

  • Hindari paparan timbal dan tembaga. Gunakan hanya air dingin jika Anda mengambil air langsung dari keran. Biarkan air mengalir selama dua atau tiga menit untuk mengurangi jumlah timbal, tembaga atau lainnya kontaminan. Hal ini terutama penting jika Anda tinggal di rumah yang memiliki pipa air tua. Air dingin lebih aman, karena air panas biasanya mengandung lebih banyak zat timbal.
  • Hindari Sodium Nitrat Air Sumur Jika Anda berasal dari air sumur, merebusnya selama paling sedikit 10 menit atau gunakan air suling sampai bayi berusia enam bulan. Air sumur sering memiliki kadar mineral yang tinggi sodium, nitrat, dan logam berat lainnya. Menurut literatur yang diterbitkan oleh National Academy of Sciences (NAS), air sumur mendidih konsentrat nitrat, yang bayi tidak dapat menyerap dan mengeluarkan. Karena sistem pencernaan bayi yang belum sepenuhnya berkembang, tingginya tingkat nitrat dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan nitrat, yang harus segera diobati.

  • Sesuai Takaran Yang dianjurkan Air yang digunakan dalam susu formula harus digunakan sesuai dengan petunjuk pada wadah susu formula. Penggunaan terlalu sedikit air dapat menyebabkan dehidrasi dan mempengaruhi pencernaan anak dan sistem hormonal atau endokrin. Terlalu banyak air akan mengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan anak, atau, dalam kasus yang jarang, menyebabkan keracunan air. Air harus selalu dibersihkan seperti yang direkomendasikan. Ikuti petunjuk untuk penambahan air yang baik dan benar pada pencampuran susu formula formula. Menambahkan terlalu banyak air akan mengakibatkan susu formula menjadi dan bayi Anda tidak akan mendapatkan cukup kalori dan nutrisi. Demikian juga kebanyakan atau kelebihan air dapat menimbulkan kelebihan atau kekurangan natrium pada bayi yang ke duanya berdampak yang sama. Terlalu banyak air dalam formula juga bisa menyebabkan kadar natrium bayi menurun, meski jarang bisa menyebabkan pembengkakan di otak dan memicu kejang. Secara teratur mengencerkan susu formula sebenarnya juga meningkatkan risiko ini, karena dapat menyebabkan natrium bayi akan rendah. Sebaliknya mengentalkan atau tidak menambahkan air yang cukup saat pencampuran susu formula bubuk dapat menyebabkan kadar natrium bayi naik. Keadaan natrium yang tinggi pada darah bayi meski jarang juga dapat memicu kejang dan bahkan koma.
  • Mitos Bila tidak diberi Air Putih
  • Bila kurang minum bibir kering dan lidah putih Banyak mitos salah yang beredar bahwa air putih bisa mengurangi atau membilas warna putih di lidah. Warna putih dilidak sebenarnya bisa disebabkan karena gangguan hipersensitif saluran cerna atau karena timbulnya jamur atau candidiasis. Air putih tidak bermand=faat untuk menghilanggkannya. jangankan air putih kadang dibersihkan dengan kasa basah saja warna putih tersebut kadang tidak hilang. Gangguan tersebut akan membaik bila penyebab bisa dikendalikan. Bila karena candidiasis diberi obat oles jamur. bila karena hipersensitifitas saluran cerna bisa dipervberat oleh alergi susu sapi, alergi makanan atau infeksi pada tubuh khususnya infeksi virus. Bila gangguan fungsi saluran cerna diperberat karena infeksi virus dalam 3-5 hari atau beberapa hari akan membaik sendiri tanpa diobati.

  • Bayi akan menjadi sulit Buang Air Besar Pemberian air putih untuk mengatasi gangguan sulit buang air besar sampai saat ini masih belum dibuktikan dalam penelitian. Bahkan banyak kasus penderita konstipasi minum air putih banyak, makan sayur dan buah banyak bahkan minum obat pencahar jangka panjang tetapi keluhan tidak membaik bila penyebabnya tidak dicari. Sulit BAB harus dicari penyebabnya. Pada penderita alergi susu sapi atau alergi makanan lainnya hanya dengan dihindari penyebabnya atau menganggti jenis susu tertentu gangguan sulit BAB akan membaik. Gangguan sulit BAB juga diperberat saat bayi sedang sakit. Sebagaan besar bayi yang hanya minum ASI dan fusu formula sebelum usia 6 bulan tidak masalah dengan masalah BAB.

  • Bayi kurang minum air putih ginjalnya rusak. Orangtua tidak usah kawatir hanya dengan minum ASI dan susu formula kekurang aitr putih. Karena, kandungan air dalam ASI dan susu formula sudah mencukupi bila diberikan dengan sesuai takaran. Pada bayi dengan fungsi ginjal belum sempurnapun 
  • hanya minum ASI tidak masalah bagi fungsi ginjalnya.
    Rekomendasi
  • Ikuti petunjuk sesuai takaran. Menambahkan terlalu banyak air pada formula bayi Anda tidak hanya risiko keracunan air, berarti bayi Anda adalah mengambil nutrisi kurang dari yang dia butuhkan. Hati-hati ikuti petunjuk paket untuk mencampur susu formula bubuk atau terkonsentrasi dan tidak mencoba menggunakan lebih dari jumlah yang disarankan air.

  • Rehidrasi diare jangan dengan air putih Risiko keracunan air sangat tinggi jika bayi kehilangan air dan elektrolit karena diare. Dalam beberapa kasus jika bayi mengalami gastroenteritis, dokter mungkin menyarankan untuk memberinya minuman elektrolit seperti Pedialyte atau Oralit untuk membantu mencegah dehidrasi. Kehilangan cairan harus diganti dengan ASI, susu formula atau mungkin solusi rehidrasi. Jangan memberikan air putih untuk rehidrasi.

  • Setelah usia 6 Bulan Setelah bayi berusia 6 bulan, tidak apa-apa untuk memberinya sedikit air ketika ia haus. Sebenarnya bila haus pemberia ASI dan susu sudah cukup. Anda masih tidak ingin berlebihan, meskipun, atau Anda mungkin memberinya sakit perut atau membuat dia terlalu penuh untuk makan dengan baik. Setelah ulang tahun pertamanya, ketika padatan bayi Anda makan dan minum susu secara keseluruhan, Anda dapat membiarkan dia minum air sebanyak yang dia suka.

  • Beri Air Putih hanya dalam sendok jangan melalui botol atau gelas Dalam cuaca sangat panas atau saat sakit kadang mungkin dapat diberikan air tambahan (2 sampai 4 ons) kecil air dengan melalui sendok jangan memakai botol atau gelas. Saat sakit kadang jumlah minum susu akan berkurang, kadang beberaopa bayi hanya mau air putih. Dalam keadaan seperti ini air putih bisa saja diberikan, tetapi dalam keadaan sakit diare jangan diberi air putih, tetapi 
  • diberi oralit. Dalam pemberian ini tidak harus memaksa, bila bayi tidak mau tidak harus dipaksa. Kebanyakan bayi akan mau minum bila jika mereka tampaknya haus. Kecuali bila dalam keadaan sakit atau kondisi badan terganggu nafsu minum bayi berkurang. Bayi yang diberi ASI bahkan cenderung tidak membutuhkan ekstra air.

  • Didihkan air minum American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan air mendidih untuk menghilangkan kotoran dan membunuh kuman. Selama persediaan minum paling kota dan publik air diwajibkan untuk mengikuti pedoman peraturan ketat untuk amannya. Dokter anak umumnya masih menyarankan menggunakan air matang untuk mencampur susu formula, setidaknya untuk tiga atau empat bulan pertama. Karena tidak ada bukti bahwa air kemasan lebih aman daripada sumber air perkotaan. AAP mengatakan bahwa sementara orang tua dapat menggunakan air kemasan untuk mencampur susu formula, perlu direbus terlebih dahulu. Anda juga dapat menggunakan air suling yang telah dimurnikan atau siap digunakan formula yang tidak perlu dicampur dengan air. Mendidih air minum adalah cara yang paling aman dalam membunuh semua organisme. Meskipun risiko infeksi jauh di bawah 1 persen, American Academy of Pediatrics merekomendasikan penggunaan air steril untuk bayi muda, bahkan ketika digunakan untuk menyiapkan susu formula. Dalam prakteknya, kadang cuku dengan mendidihkan air selama satu menit, setidaknya untuk beberapa bulan pertama. US Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan untuk membawa air mendidih penuh dan kemudian terus mendidih selama minimal dua menit. Jika Anda tinggal di dataran yang lebih tinggi, Anda mungkin harus merebus air selama beberapa menit lagi. Air harus mencapai suhu 100 ° C untuk membunuh organisme berbahaya. Dalam kebanyakan kasus, itu aman untuk mencampur susu formula dengan menggunakan air keran biasa dingin yang sudah dibawa ke mendidih dan kemudian direbus selama satu menit dan didinginkan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pencampuran formula bubuk dengan air masak yang sudah didihkan pada suhu minimal 70 derajat Csudah bisa membunuh bakteri khsusunya bakteri Enterobacter sakazakii. Jika formula tidak diberi makan segera, dinginkan di kulkas segera dan simpan dalam lemari es. Namun, sebaiknya jangan merebus air yang sama lebih dari sekali atau terlalu lama karena dapat meningkatkan konsentrasi mineral dalam air. Selalu merebus air dalam panci bersih dan biarkan hingga dingin ke suhu kamar sebelum 
  • mencampurnya dengan susu formula.
    Referensi:
  • American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition. Kleinman RE, ed. Pediatric Nutrition Handbook. 6th Edition. © 2009 American Academy of Pediatrics.

  • Dietary Reference Intakes for Water, Potassium, Sodium, Chloride, and Sulfate. Food and Nutrition Board, Institute of Medicine, National Academies, 2005.

  • Committee on Environmental Health and Committee on Infectious Diseases. Drinking Water From Private Wells and Risks to Children. Pediatrics 2009;123;1599
  • source : http://kesehatan.kompasiana.com

Setelah bayi adalah masa lalu usia 6 bulan, mungkin sajabisa ditambahkan minum 60 sampai 120 cc air dua kali sehari sampai ia mencapai usia 1 tahun. Pada usia 12 bulan, anak harus minum minimal 120 cc per hari, berdasarkan kehausan anak. Namun bila jumlah itu sudah tercukupi dari susu formula dan ASi tidak harus ditambahkan. Pada anak dengan berat badan tidak bagus sebaiknya lebih banyak diberikan susu.
Dampak Pemberian Air Pada Bayi
Waspadai Penggunaan air