CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Monday, April 23, 2012

Isi Tas Persiapan Melahirkan

untuk bayi, biasanya pihak rumah sakit menyediakan berbagai perlengkapan selama bayi berada di sana. Jadi yang perlu Anda siapkan adalah perlengkapan saat bayi pulang.
Untuk Anda yang pulang dengan mobil pribadi, pastikan mobil tersebut sudah dipasang car seat untuk bayi Anda.
Perlengkapan bayi :
  • 1-2 set baju 
  • kaos dalam
  • popok sekali pakai (diapers) untuk newborn secukupnya atau popok
  • sarung tangan+kaki atau kaos kaki secukupnya
  •  topi
  • minyak telon + bedak+cologne, biar wangiiii
  • selimut
  • kain bedong 
  • gendongan
  • sekedar persiapan aja siapa tau asi belum keluar, bawa 1 botol susu ukuran kecil.


Sunday, April 22, 2012

mengapa bayi menangis

Menangis bagi seorang bayi merupakan cara untuk berkomunikasi. Tangisan bayi akan terdengar merdu bagi orangtuanya jika mereka memahami tangisan sebagai bahasa komunikasi bayi dan didengarkan dengan lapang hati.
Bayi yang baru lahir seringkali menangis karena sesungguhnya itu merupakan rahasia kemahakuasaan Tuhan untuk membantu bayi mendapatkan pelayanan sebelum bisa melayani dirinya sendiri.
Sebagai orangtua, kita harus merasa bahagia mendengar suara bayi yang menangis dengan keras dan kuat. Itu merupakan tanda bahwa bayinya aktif dan sehat. Setelah beranjak dewasa, tangisan bisa menjadi sinyal bahwa bayi merasa kurang nyaman. Beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi menangis diantaranya
  • Memanggil ibu
    Menangis merupakan sarana untuk memanggil ibu. Pada saat usia 5 bulan, bayi mulai tahu bahwa tangisannya akan membuat ibu segera memberikan pertolongan. Pada usia 6-8 bulan, bayi akan menyadari bahwa sang ibu akan segera mendekatinya dan ia merasa senang. Lebih baik, ibu tidak buru-buru menggendong tetapi hiburlah atau ajaklah bermain
  • Merasa lapar
    Bayi akan menangis jika merasa lapar, tangisannya akan keras, berhenti untuk bernafas, lalu menangis lagi. Jika rasa laparnya semakin parah maka tangisannya tidak akan sekuat sebelumnya. Jika bayi menangis pada saat diberi ASI, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung sehingga sulit bernafas. Kita perlu memperhatikan jam pemberian makan atau susu bayi untuk menghindari lapar pada saat tertidur
  • Merasa bosan
    Bayi akan merasa bosan jika harus tidur melebihi jam tidurnya. Dia akan menangis atau rewel. Ajaklah si kecil bermain, letakkan di dalam box atau kereta dan berikan mainan kesayangannya. Kita dapat juga memutarkan lagu lembut yang bisa membuatnya senang atau berjalan-jalan seputar rumah agar bisa mengenali lingkungan sekitarnya
  • Merasa lelah
    Mulai usia 4 bulan, rasa lelah yang berlebihan ditunjukkan dengan rengekan, lekas marah dan akhirnya menangis. Menjelang akhir tahun pertama, bayi mempunyai kehidupan yang penuh dengan pengalaman baru sampai dapat membuatnya kehabisan energy. Pertolongan ibu sangat diperlukan untuk membuat bayi merasa cukup santai seperti tidur
  • Merasa tidak nyaman
    Suara tangisnya melengking dan jelas, nafasnya agak tersendat dan berubah menjadi cepat dan diikuti dengan tangisan lain. Ini dapat terjadi karena bayi merasa kedinginan, jarinya tertekuk atau popoknya basah. Gantilah popok yang basah dengan popok yang bersih dan kering. Periksa jika bayi mengalami ruam popok hingga merasa kurang nyaman. Bersihkan dengan air bersih setiap kali bayi buang air untuk menjadikan bayi merasa nyaman.
  • Merasa cemas
    Pada usia 7-8 bulan, kebanyak bayi akan menangis karena cemas. Orang tua akan memberikan rasa aman jika berada dalam jangkauan pandangannya. Jika ibu meninggalkannya atau bayi tidak melihat ibu meskipun berada di sekitar bayi maka ia pasti akan menangis
  • Merasa kurang tidur
    Bayi akan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama pada saat bulan-bulan pertama. Jika mendadak terbangun, mereka seringkali rewel dan menjadi tidak tenang. Cobalah untuk menggendong bayi, lalu ayun dengan lembut supaya bayi tidur kembali
  • Merasa marah
    Kemarahan merupakan cara untuk menunjukkan rasa frustasi jika sesuatu tidak diperoleh dengan keinginannya. Karena tidak bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, bayi akan menggenggam erat kepalan tangan dan pipinya akan memerah untuk menunjukkan pada ibunya bahwa ia tidak puas dengan situasi yang ada
  • Merasa sakit
    Jika bayi tetap rewel dan menangis, sedangkan tanda-tanda diatas telah kita amati dan tidak ada gangguan, bisa jadi bayi sakit. Jika demikian sebaiknya kita segera pergi ke dokter untuk memeriksa keadaan bayi.
  • Tumbuh gigi
    Gigi mulai tumbuh pada usia 6-7 bulan ke atas. Tangis karena gigi yang tumbuh sering terjadi pada sore hari dan terdengar kuat.

parameter perkembangan bayi usia 0 - 6 bulan

Berikut ini alat bantu untuk memantau perkembangan mulai bayi hingga umur 6 bulan menurut June R Oberlander dalam buku “Slow and Steady Get Me Ready”. Idenya sederhana dan menarik, dengan melakukan observasi dan mencatat jadwal perkembangan anak. Kita dapat melakukannya untuk memantau perkembangan bayi kita. Ada 20 perkembangan anak yang perlu diamati dalam usia ini, beberapa diantaranya adalah:
  • Memperlihatkan ketertarikannya pada wajah orang
  • Merespon bunyi
  • Merespon cahaya
  • Memutar kepala ke arah samping
  • Mengikuti arah benda bergerak
  • Tersenyum
  • Kepala dan lengan bergerak bersamaan

ada usia 0-6 bulan, gerakan bayi masih didominasi oleh reflex yang sudah dikuasainya sejak di dalam kandungan.
Gerakan yang paling umum adalah reflex Moro, yaitu gerakan tiba – tiba seolah bayi dijatuhkan, tangan dan kakinya akan terangkat ke atas. Refleks ini akan hilang pada usia 5-6 bulan. Gerakan reflex Moro yang terlalu sering bisa jadi indikasi bahwa anda memperlakukan bayi terlalu kasar.
Gerakan lain yang sangat penting bagi perkembangan bayi di usia 0-6 bulan adalah reflex menghisap (sucking), reflex menelan (swallowing) dan reflex untuk mencari sumber (rooting). Gerakan menelan dan menghisap tentu sangat berperan dalam proses menyusui. Tetapi tidak hanya itu gunanya. Refleks sucking dan swallowing juga membuat bayi merasa nyaman, karena pada saat ia ada di dalam kandungan, bayi juga menelan air ketuban.
Anda dapat melakukan stimulasi reflex menghisap pada bayi anda dengan cara mengusap lembut pipi bayi, lakukan hal ini maka bayi akan berpaling ke arah usapan anda dengan mulut siap menghisap. Setelah itu, arahkan putting payudara ke langit – langit mulutnya. Stimulasi ini juga akan melatih bayi untuk mengenali sumber makanannya yaitu payudara anda.

Saturday, April 21, 2012

Mencuci pakaian Bayi

Mencuci pakaian bayi berbeda dengan mencuci pakaian dewasa. Bayi umumnya lebih sensitif terhadap beberapa bahan kimia tertentu yang digunakan dalam proses mencuci, untuk itu diperlukan penanganan khusus dalam  mencuci pakaian  bayi, terutama bayi baru lahir. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna buat ibu dalam mencuci pakaian buah hati ibu.

Kulit bayi lebih sensitif dari orang dewasa

Mengingat kulit bayi yang masih rentan dan lebih sensitif dibanding kita, beberapa deterjen pencuci baju biasa seringkali membuat kulit nya ruam, serta menimbulkan iritasi dan gatal. Untuk itu disarankan bagi para ibu untuk menggunakan deterjen khusus bayi untuk mencuci pakaian bayi. Meski demikian deterjen tanpa kandungan parfum dan zat pewarna juga terbukti cukup aman digunakan untuk mencuci pakaian bayi anda. Lakukan 2 kali pembilasan saat mencuci agar sisa-sisa deterjen tidak tertinggal dipakaian.
Gunakan deterjen yang aman untuk bayi
Sabun dan parfum adalah penyebab timbulnya reaksi alergi yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir, yang bahkan bisa terjadi pula pada orang dewasa. Untuk itu jika terlihat reaksi alergi pada kulit bayi seperti kulit memerah, iritasi, dan timbul ruam setelah memakai pakaian yang baru saja dicuci, bisa jadi bayi ibu alergi terhadap deterjen yang ibu pakai untuk mencuci pakaian tersebut. Segera konsultasi pada dokter anak untuk diberikan penanganan dan hentikan penggunan deterjen tersebut.
Penggunaan pengering
Banyak ibu yang merasa takut pakaian bayinya menyusut jika dikeringkan didalam pengering, padahal hal tersebut jarang terjadi jika ibu menanganinya dengan benar. Gunakan temperatur paling rendah saat mengeringkan baju bayi dalam mesin pengering untuk menghindari baju menyusut, sekaligus membuat pakaian bayi terlihat lebih segar.

Hindari penggunaan softener

Softener bukan hanya salah satu menyebab terjadinya iritasi dan alergi pada bayi, tapi juga bisa menimbulkan dampak serius pada kesehatannya. Perhatikan juga penggunaan softener pada pakaian anda dengan memastikan bahwa anda telah membilasnya dengan bersih, karena bukan tak mungkin residu softener yang tertinggal bisa berpindah ke pakaian bayi anda. Jika memang harus menggunakan softener, pastikan kandungannya aman untuk bayi anda.

Cuci pakaian sebelum dipakai

Pastikan anda mencuci terlebih dahulu pakaian, popok, selimut, hingga sprei bayi anda sebelum ia memakainya untuk pertamakali. Bahan kimia yang tertinggal pada proses produksi pakaian tersebut bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi anda. Begitu juga zat pewarna yang digunakan bisa mengalami pelunturan saat terkena keringat bayi.
Pisahkan pakaian menurut warnanya
Saat pencucian, selalu pisahkan antara pakaian putih dengan pakaian berwarna agar menghindari resiko terjadinya kelunturan pada pakaian putih.
Hindari pemutih
Hindari penggunaan pemutih atau deterjen yang mengandung pemutih untuk mencuci baju bayi. Bahan kimia dalam pemutih pakaian bisa menyebabkan iritasi kulit pada bayi yang lebih parah bisa membuat kulit mereka menderita eksim.

(Dari berbagai sumber)

Memandikan Bayi Untuk Pertama kali nya

Memandikan Bayi untuk Pertama Kali

Walaupun Ibu dibekali cara memandikan bayi ketika masih di rumah sakit, Ibu mungkin masih merasa was-was saat harus melakukannya sendiri di rumah.

Banyak ibu lebih memilih memandikan bayi mereka dengan washlap pada minggu-minggu pertama. Setelah merasa lebih yakin, barulah mereka benar-benar memandikannya dengan bak mandi.

Tidak masalah bila Ibu hanya menggunakan washlap. Lakukan cara ini di ruangan yang hangat dan alasi bayi dengan handuk untuk mengeringkannya.

Yang diperlukan untuk memandikan bayi

Memandikan bayi akan lebih mudah jika Ibu benar-benar siap. Jadi sebelum memulai, siapkan perlengkapan berikut:

  • Bak mandi bayi (bila ada dilengkapi penyangga tubuh atau karet mandi agar bayi tidak mudah tergelincir). Letakkan ditempat yang nyaman sesuai suhu ruang dan tinggi yang tidak membuat Ibu sakit pinggang.
  • Termometer air
  • washlap lembut atau spon mandi bayi
  • washlap lembut atau spon mandi bayi
  • Handuk bayi
  • Perlengkapan untuk membersihkan tali pusar (perban, kapas, betadine, plester, cotton buds)
  • Perlengkapan untuk dipakai seusainya (baju bayi, popok, bedak, minyak talon, dll)

Memandikan bayi – tahap demi tahap

  • Siapkan bak berisi air mandi dengan jumlah dan suhu yang cukup untuk bayi (sekitar 30-32 derajat celsius)
  • Atur juga suhu ruang tempat mandi agar bayi tidak kedinginan.
  • Letakkan bayi dalam bak mandi atau di atas penyangga. Basahi tubuhnya perlahan dan bersihkan mata, telinga, wajah, dan lipatan tubuhnya dengan lap lembut.
  • Gunakan sabun khusus bayi untuk badannya, bilas perlahan dengan air.
  • Jika rambut bayi perlu dicuci,lakukan di atas baby taffel sebelum bayi dimasukkan ke bak mandi. Topang kepala dan bahunya dengan lengan bawah Ibu. Bersihkan busa dikepala dengan kain basah, baru dibilas hingga bersih.
  • Selama mandi, ajaklah bayi Ibu bercakap-cakap atau nyanyikan lagu yang menenangkannya.
  • Setelah selesai, angkat bayi dengan handuk hangat lalu keirngkan tubuhnya.

Jika Ibu masih ragu, bidan atau dokter akan menunjukkan cara memandikan bayi yang paling cocok untuk Ibu. Begitu Ibu menguasainya, Ibu akan merasa percaya diri melakukannya.

Thursday, March 15, 2012

Memilih Susu Bayi

MEMILIH SUSU BAYI


Selain mememperhatikan usia, dalam memilih susu formula yang tepat juga perlu diperhatikan apakah bayi Anda bermasalah atau tidak. Tentunya, apa saja kandungan gizi pada susu formula tersebut perlu Anda ketahui.
Memilih susu formula untuk bayi, tampaknya tak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekarang begitu banyak produk susu formula yang ditawarkan, dari yang biasa sampai berlabel mengandung zat gizi tambahan yang penting untuk bayi.
Sayangnya, kebanyakan dari kita tak paham dengan istilah-istilah zat gizi yang terdapat dalam susu formula tersebut. Itulah mengapa, banyak ibu yang akhirnya jadi bingung, harus memilih susu formula seperti apa yang tepat untuk sang buah hati tercinta.
Nah, agar Ibu dan Bapak tak salah pilih, mari kita simak bahasan ahlinya berikut ini.
SESUAIKAN USIA
“Tentunya yang pertama-tama harus diperhatikan adalah usia si bayi,” kata Mohamad Harli. Sebagaimana diketahui, susu formula dibagi dalam 2 golongan usia, yaitu untuk bayi usia 0-6 bulan yang umumnya disebut susu formula awal dan untuk bayi usia 6-12 bulan atau susu formula lanjutan. “Perbedaan ini disebabkan pencernaan bayi usia 6 bulan ke bawah belum sempurna”. Lain hal dengan bayi usia 6 bulan ke atas, “umumnya sudah mulai lebih baik.” Bukankah bayi usia ini juga sudah mulai diberi makanan tambahan? Jadi, kandungan gizi dalam susu formulanya pun disesuaikan kemampuan pencernaan bayi usia ini.
Disamping itu, lanjut Harli, “kebutuhan zat gizi untuk bayi usia 6 bulan ke bawah tak sama dengan bayi usia di atas 6 bulan,” terangnya. Perbedaan paling jelas terdapat pada kalori. “Untuk bayi usia di bawah 6 bulan, kalori yang dibutuhkan per harinya sebesar 560 Kkl. Sedangkan bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan 800 Kkl per harinya.” Soalnya, energi bayi usia 6 bulan ke atas sudah lebih banyak karena pertumbuhan usia dan berat badannya bertambah. Jadi, kalori yang dibutuhkan juga lebih banyak.
Dalam bahasa lain, kandungan gizi pada susu formula, baik yang awal atau lanjutan, selalu disesuaikan dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi, serta kebutuhan gizi setiap pertambahan usianya. Bahkan, juga dengan berat dan tinggi badan bayi. Tentunya, yang dijadikan patokan adalah ukuran untuk bayi normal.
ADA 3 JENIS
Susu formula juga dibedakan berdasarkan tingkat alergi bayi terhadap susu. Dalam kaitan ini, ada 3 jenis susu formula, yaitu susu formula biasa, susu kedelai dan susu elemental.
Jika bayi Ibu-Bapak dapat menerima susu formula dengan merek apa saja yang sesuai usianya, berarti ia tak alergi. Jadi, ia bisa mengkonsumsi susu formula biasa yang terbuat dari susu sapi dan sudah difortifikasi (ditambah) dengan bermacam-macam zat gizi.
Lain hal jika bayi Ibu-Bapak tak cocok mengkonsumsi susu formula biasa, biasanya dokter akan menganjurkan agar si bayi diberi susu yang terbuat dari kacang kedelai. Pasalnya, terang Harli, “bayi-bayi ini memiliki pencernaan yang sangat peka terhadap lemak dalam susu sapi.”
Tapi jika bayi Ibu-Bapak bermasalah dengan susu sapi maupun susu kedelai, maka alternatif lainnya adalah susu elemental atau susu formula hidrolisa kasein. “Susu elemental merupakan susu formula yang kandungan lemaknya diperkecil namun zat gizi lainnya diperbanyak,” terang Sarjana Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga dari IPB ini lebih lanjut.
Nah, untuk mengetahui bayi Ibu-Bapak bermasalah atau tidak dengan susu formula biasa, menurut Harli, tak sulit, kok. Antara lain, bayi senang mengkonsuminya dan enggak mencret atau sering menangis karena sakit perut. “Kalau enggak cocok, biasanya bayi tak mau mengkonsumsinya dan setelah dicoba beberapa kali akan timbul masalah seperti mencret-mencret,” tuturnya.
MENDEKATI ASI
Mengenai kandungan gizi susu formula, tentunya yang terbaik adalah mendekati ASI. “Susu formula itu, kan, disebut juga sebagai susu pengganti ASI,” ujar Harli. Tapi jangan salah, lanjutnya, bukan berarti susu formula lantas bisa disamakan dengan ASI. “Bagaimanapun, tak ada susu formula yang bisa menyamai ASI,” tandasnya. Jadi, Bu, ASI tetap merupakan makanan yang paling baik untuk bayi karena semua zat gizi yang dibutuhkan terkandung di dalamnya.
Sekalipun susu formula tersebut mengandung tambahan zat gizi tertentu, misalnya, DHA, menurut Harli, tetap tak bisa menyamai ASI. “Asam lemak esensial seperti DHA maupun asam linoleat atau Omega-6 hanya sebagai tambahan saja karena sebenarnya, tanpa ditambah DHA dan Omega-6 pun, zat gizi sudah terpenuhi,” terangnya. Jadi, jangan “termakan” oleh iklan, ya, Bu.
Dengan kata lain, semua zat gizi yang terdapat pada semua jenis susu formula sudah memenuhi standar kecukupan gizi yang diperlukan bayi. Takaran masing-masing zat gizi pun sudah mendekati kandungan zat gizi ASI. “Jadi, tak ada yang harus lebih diutamakan,” tandasnya. Justru kalau mengutamakan salah satu, misalnya, protein atau lemak saja,akan menganggu keseimbangan zat gizi lainnya.
Bagaimana, Bu-Pak? Apakah masih bingung untuk menentukan susu formula yang tepat bagi sang buah hati? Tentunya, supaya lebih aman ada baiknya bila Ibu-Bapak lebih dulu berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi anak. Terlebih lagi jika bayi Ibu-Bapak memiliki alergi pada jenis susu tertentu.
KOMPONEN ZAT GIZI YANG PERLU DIPERHATIKAN
Ada sejumlah komponen zat gizi yang perlu Ibu-Bapak perhatikan sebelum membeli sebuah produk susu formula. Sebagaimana dituturkan Harli, di bawah ini adalah komponen zat gizi yang dimaksud.
1. Energi
Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi atau tenaga.
2. Protein
Zat gizi ini diperlukan untuk berbagai proses pertumbuhan. Asam amino adalah unsur yang menyusun protein, sedangkan asam amino ensensial merupakan unsur asam amino yang harus dipasok dari luar karena tubuh tak bisa mengolahnya.
3. Lemak
Merupakan sumber energi dan penghasil asam lemak yang diperlukan untuk proses biokimia dalam sel. Dalam susu formula bila ada asam lemak esensial linolenat (Omega-3) dan linoleat (Omega-6) lebih baik karena diperlukan untuk mensuplai kebutuhan pertumbuhan sel-sel otak.
4. Vitamin dan Mineral
Berfungsi sebagai zat pengatur berbagai proses biokimia yang berlangsung dalam setiap sel dan jaringan tubuh.
Vitamin-vitamin yang harus diperhatikan ialah:
Vitamin B-komplek, terdiri dari:
B1 (tiamin), berfungsi untuk membantu pengolahan energi. Kekurangan vitamin ini dapat mengakibatkan penyakit beri-beri.
B2 (riboflavin), berfungsi dalam proses pengolahan energi dari protein dan mensuplai nukleotida (unsur yang diperlukan dalam beberapa proses sel-sel tubuh). Kekurangan vitamin ini bisa membuat kulit bersisik, timbul koreng-koreng di sekitar mulut, hidung dan gangguan kulit lainnya.
B5 (asam pantotenat), berperan membatu proses pengolahan energi. Kekurangan asam pantotenat ditandai pusing kepala, sulit tidur (insomnia), kejang-kejang dan mual-mual.
B6 (pyridoksin), berfungsi dalam proses perubahan protein menjadi asam amino dan neurotransmitter (senyawa yang diperlukan sel-sel otak). Kekurangan vitamin ini mengakibatkan nafsu makan berkurang, kehilangan berat badan, muntah-muntah, dan diare, serta anemia.
B12 (sianokobalamin), antara lain membantu proses pengolahan sel-sel darah merah. Kekurangan viamin ini dapat menyebabkan anemia (kurang darah).
Niasin (nikotinamida), berfungsi untuk proses pengolahan energi menurunkan kadar kolesterol darah. Kekurangan niasin akan menimbulkan penyakit kulit yang disebut pellagra dan dermatitis, diare dan dimensia (gangguan daya ingat).
Asam folat (folic acid), berfungsi mencegah anemia megaloblastik (sel darah membesar tapi rawan pecah atau rusak). Tanda kekurangannya adalah hilang nafsu makan, berat badan turun, pelupa bahkan bisa pingsan.
Biotin, berfungsi membantu pembentukan asam lemak, asam amino, dan purin. Kekurangan biotin bisa berakibat dermatitis, kulit gatal, rambut mudah rontok.
* Vitamin C, membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sebagai penawar racun atau antioksidan. Kekurangan vitamin C menyebabkan mulut mudah sariawan dan badan mudah sakit-sakitan.
* Vitamin A, berfungsi mengatur pertumbuhan tulang dan gigi serta penglihatan. Kurang vitamin A berakibat menggangu pertumbuhan tulang, penglihatan dan kecerdasan. Di Indonesia masih terdapat masalah kurang vitamin A pada balita. Makanya, setiap bulan Februari dan Agustus dijadikan bulan pemberian Vitamin A kepada selurih balita di posyandu.
* Vitamin D, berfungsi membantu proses pertumbuhan tulang. Kurang vitamin D akan mengganggu pertumbuhan tulang. Namun tak perlu khawatir karena vitamin D juga dapat diperoleh dengan berjemur pada waktu pagi sebelum pukul 09.00.
* Vitamin E, diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh untuk melindungi sel-sel dari serangan senyawa beracun dan proses reproduksi. Kurang vitamin E bisa mengakibatkan kulit cepat keriput atau menua dan terganggunya sel-sel reproduksi.
* Vitamin K, diperlukan dalam pembekuan darah dan pembentukan tulang. Kurang vitamin K berakibat tulang cepat rapuh dan kalau luka darah lebih lama membeku.
Sedangkan mineral-mineral yang perlu diperhatikan ialah:
* Kalsium dan fosfor, diperlukan untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang. Kekurangan mineral ini, pertumbuhan tulang terganggu dan pada saat tua akan mudah terkena osteoporosis atau tulang jadi rapuh.
* Yodium (I), diperlukan untuk perkembangan otak dan kelenjar tiroid. Kekurangan yodium berakibat anak menjadi kretin, IQ rendah, terhambat perkembangan mentalnya atau idiot. Di Indonesia, gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) masih merupakan masalah gizi utama yang banyak terjadi di daerah pengunungan. Untuk menanggulanginya pemerintah menggalakan upaya pencegahan dengan program yodisadi garam seperti yang diiklankan di TV.
* Fe (zat besi), diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan pengolahan energi serta sel-sel otak; merupakan salah satu mineral yang sangat penting karena dapat mencegah terjadinya anemia pada bayi. Anemia masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia terutama pada balita, kaum wanita dan kelompok usia produktif. Kepada ibu hamil menyusui biasanya diberikan tablet tambah darah. Sementara pada anak yang menyusu ASI tak dianjurkan mendapat tablet besi karena sudah cukup mendapatkannya dari ASI.
* Zn (seng), diperlukan untuk pertumbuhan badan dan organ reproduksi serta meningkatkan daya tahan tubuh. Kekurangan seng pada balita akan menghambat pertumbuhan, kecerdasan dan terhambatnya perkembangan organ reproduksi atau alat kelamin.
* Selenium, diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan senyawa beracun. Kekurangan selenium pada bayi membuatnya mudah sakit-sakitan dan mengganggu pertumbuhan badannya.
* Flour (F), diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi. Penting untuk bayi yang sedang tumbuh.
Nah, jika semua zat gizi di atas telah tercantum pada label susu formula berarti telah terpenuhi kebutuhan dasar untuk proses tumbuh kembang bayi. Jadi, Bu-Pak, bila ada zat gizi lain seperti DHA, beta karotene, choline, dan sebagainya dalam susu formula yang dibeli, maka zat gizi tersebut hanya merupakan zat tambahan saja.
ANJURAN KECUKUPAN GIZI HARIAN UNTUK BAYI
Zat Gizi Usia 0-6 Bulan Usia 6-12 BulanEnergi (kalori/Kkl) 560 800
Protein (gram/g) 12 15
Lemak linolenat (g) 0.5 0,5
linolenat(g) 3.0 3.0
VitaminA(RE) 350 350
B6 (mg) 0.3 0.6
B12(mg) 0.1 0,1
C(mg) 30 35
D(mkg) 7.5 10
E(mg) 3.0 4.0
K (mg) 5.0 10
Tiamin(mg) 0.3 0.4
Riboflarin(mg) 0.3 0.5
Niasin(mg) 2.5 3.8
Asam Folat(mkg) 22 32
Mineral
Fe(mg) 3 5
Iodium(mkg) 50 70
Zn(mg) 3 5
Kalsium(mg) 300 500
Fosfor(mg) 200 250
Selenium(mkg) 10 15
Sumber: LIPI 1999, Risalah Widyakarya Pangan dan Gizi VI
a) Simopoulus, A. 1991 dalam Journal Kesehatan, American Journal Of Clinical Nutrition Vol. 54
KAMUS ISTILAH SATUAN UKURAN YANG DIGUNAKAN
* kkal atau kilo kalori merupakan satuan untuk energi atau tenaga.
  • g, singkatan dari gram.
  • mg, singkatan dari miligram.
  • mkg, singkatan dari mikrogram.
  • RE atau Retinol Ekuevalen adalah satuan setara retinol untuk aktivitas Vitamin A.
  • IU atau International Unit, yaitu satuan aktivitas zat gizi tertentu untuk keperluan tubuh per hari. Satuan IU bisa diubah ke dalam satuan ukuran gram dengan faktor konversi tertentu yang telah disepakati. Jadi, ada ketentuan ukuran yang disepakati secara internasional.
Inilah tip memilih susu formula:
1. Ketahui lebih dulu ragam susu formula yang dijual di pasar .
Mayoritas susu formula biasanya terbuat dari susu sapi yang diramu dengan berbagai bahan sehingga lebih mudah dicerna bayi dibanding susu sapi yang belum diformulasikan. Di antara bahan-bahan yang menjadi "ramuan" susu formula ini adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seperti vitamin A dan B6 (yang penting untuk meningkatkan sistem kekebalan), zat besi serta asam lemak omega-3 (penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf).
2. Tak ada salahnya mengonsultasikan dengan dokter.
Untuk memilih susu formula yang sesuai dengan bayi Anda, lakukan konsultasi dengan dokter yang sudah biasa menangani si kecil. Umumnya, ia bisa memberikan saran mengenai susu formula untuk bayi Anda. Lebih baik Anda jangan dulu bereksperimen dengan sejumlah susu formula di pasaran.
3. Sesuaikan dengan kondisi keuangan.
Dewasa ini banyak susu yang dibuat untuk antialergi, antara lain susu hypoalergi dan susu kedelai. Masing-masing digunakan tergantung indikasinya. Konsultasikan dengan dokter anak Anda dalam memilihnya. Bila Anda atau pasangan memang memiliki riwayat alergi, sebaiknya ceritakan ke dokter anak Anda sejak si bayi lahir, sehingga sejak awal sudah dapat dipilihkan susu formula yang tepat (bila diperlukan, sebab pilihan utama tetaplah ASI).
4. Cepat tanggap terhadap reaksi bayi Anda .
Kewaspadaan ini untuk cepat mendeteksi apakah susu formula yang Anda pilihkan untuknya (walaupun berasal dari resep dokter) cocok atau sebaliknya. Adapun tanda-tanda kalau susu formula yang diberikan padanya tidak cocok, yaitu bayi sering menangis bila akan/sedang diberi susu formula, sering memuntahkannya, dan terjadi sembelit,
source : Faras Handayani &  http://www.tabloidnova.com

Wednesday, March 14, 2012

Tips Persiapan Membeli pakaian Bayi

Bayi membutuhkan banyak perlangkapan. Sebelum kelahiran sang bayi, Orang tua pasti sudah menyiapkan Perlengkapan Bayi tersebut dengan baik. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan oleh bayi diuraikan berikut ini.
PakaianBelilah pakaian bayi dari bahan katun lembut dengan ukuran dan model yang nyaman dipakai. Beberapa jenis pakaian yang harus disiapkan adalah pakaian sehari-hari, pakaian tidur, baju hangat, kain bedong, selimut, sarung tangan,kaos kaki/sepatu lembut, topi lembut, dan alas untuk menyusui (jika diperlukan). Selama ini bayi yang baru lahir selalu menggunakan gurita. Sebaiknya, hal ini tidak perlu dilakukan lagi karena jika seseorang ibu tidak tahu cara pemakaiannya akan membahayakan si bayi. Misalnya, jika pemasangan gurita terlalu ketat, bayi akan muntah sehingga asupan nutrisi tidak mencukupi kebutuhan. Akibatnya, pertumbuhan bayi akan terhambat.
PopokBelilah popok dari bahan katun yang lembut dan mudah menyerap air, dengan pengikat tali atau memakai peniti. Jika Anda ingin menggunakan popok sekali pakai, belilah yang daya serapnya tinggi untuk menghindari terendamnya kulit oleh air seni. Kulit yang terendam air seni akan menjadi biduran (bintik-bintik merah) dan mudah lecet.
Perlengkapan mandiBerikut ini beberapa perlengkapan bayi yang harus disediakan
* Sabun lembut/cairan khusus untuk mandi.* Kapas basah yang disimpan dalam wadah khusus atau tisu basah untuk membersihkan pantat.* Handuk yang lembut (satu-dua buah)* Bak mandi bayi.* Dua ember plastik (bertutup) satu untuk menyimpan popok yang ada kotorannya (air seni) dan satu lagi untuk menyimpan pakaian dan handuk kotor.* Tempat sampah kecil untuk menyimpan kapas/tisu kotor.* Sisir yang lembut.* Pemotong kuku bayi
BahanLembut dan nyaman. Inilah hal utama yang harus diperhatikan saat memilih pakaian anak. Untuk memenuhi kriteria ini, pakaian dari bahan handuk dan kaus yang lentur dan elastis bisa menjadi pilihan. Saat berusia 9 – 12 tahun, anak biasanya mulai bisa merangkak bahkan berjalan. Di usia ini, si kecil hampir takpernah bisa diam, selalu bergerak ke sana kemari untuk memenuhi rasa ingin tahunya yang besar. Akibatnya, pakaian yang dipakainya cepat kotor, lebih sering dicuci dan disetrika. Karenanya, pakaian bayi juga harus kuat, mudah menyerap keringat, dan mudah dalam pemeliharaan.
Model
Biasanya bayi tak suka bila wajahnya terhalang atau tertutup sewaktu ganti baju. Untuk itu, pilihlah yang dapat dibuka di bagian depan atau berleher lebar. Dengan pakaian seperti ini, Anda tidak perlu membalikkan bayi sewaktu merapikannya. Pastikan pula pakaian tersebut mempunyai pembuka pada bagian bawah di sela lubang kaki sehingga praktis digunakan.
Seiring bertambahnya umur, model pakaian anak biasanya juga lebih beragam terutama untuk model busana anak perempuan. Namun apa pun modelnya, pastikan pakaian tersebut memperhatikan keinginan anak. Misalnya, agak longgar sehingga si kecil leluasa bergerak serta mudah memakai dan membukanya.
Warna dan CorakMelihat sifat bayi yang tak bisa diam, busana yang cocok dikenakan adalah yang berwarna cerah, seperti jingga, kuning dan merah. Warna ini memberi kesan riang dan gembira. Sementara sesuai ukuran badannya yang masih kecil, ragam busana yang cocok adalah yang bercorak kecil. Seperti bunga, bola-bola, binatang yang lucu, garis atau kotak-kotak.
Selamat Berburu Perlengkapan Bayi.
zandecalla.wordpress.com